PRODUK KERUPUK LELE

DESA BAIPAJUNG , TANAH MERAH KABUPATEN BANGKALAN

PRODUK NUGGET LELE

DESA BAIPAJUNG , TANAH MERAH KABUPATEN BANGKALAN

PRODUK ABON LELE BAIPAJUNG

DESA BAIPAJUNG , TANAH MERAH KABUPATEN BANGKALAN

PRODUK KKN 58 UTM

DESA BAIPAJUNG , TANAH MERAH KABUPATEN BANGKALAN

TAMU DESA

MAHASISWA KKN 58 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Saturday, January 20, 2018

Dongeng Bapak KADES Baipajung


AG/KKN 60/Baipajung/2018.

Malam Semakin berkumandang. Bulan terhalang awan-awan yang bereratan. Di bawahnya terdapat segerombol. yakni Warga Baipajung. Waktu yang kulalaui telah tersenyum. Sekarang aku mengendarai motor bersama temanku. Dari Giras Kopi menuju Desa tempatku KKN. AKu di tugaskan untuk mengepos semua tulisan tentang Desa Baipajung oleh Kordes Baipajung. Sekarang aku menuju Warung tempat Segerombol warga yang sednag tersenyum bercanda gurau satu sama lain. Warung Kopi di timurnya jalan, di situlah tempat para warga Baipajung Ngopi. Termasuk pak Kepala Desa serta jajarannya berbincang-bincang asik tentang masa depan Desanya.

“Assalamualaikum.” Setelah ku jagak motor yang ku tunggangi aku menyapa mereka dengan salam penghormatan-serta salam keselamatan yang diyakini oleh warga Baipajung. Seperti biasa, segerombol warga itu berhenti berbincang, kemudian menjawab salam dariku.

“Waaliakumsalam Wr. Wb.”

“Gelenun pak.” Sambil bersalaman, aku kalimat untuk aku diterima bergabung dengan mereka. Tidak lupa temanku yakni yang bergonceng padaku juga mengikuti dari belakang.

“Dari mana lek” Tanya salah seorang warga dari kumpulan itu.
“Dari Giras pak. ngepos tulisan.” Jawabku, sambil memerhatikan wajah orang yang bertanya padaku. ternyata orang itu bapak kepala Desa Bai pajung. Ia duduk memisah dari Warga yag berhadap-hadapan di atas Lencak.

“Bagaimana, sudah kerasan selama empat hari di sini.” Tanyanya padaku.

“Alahamdulillah kerasan pak.” jawabku sambil tersenyum. Kemudiann semuanya diam seribu bahasa. Sedang temanku memesan 2 gelas kopi.

“Hmm. Bapak-bapak ini biasa ngopi di tempat ini ya?” tanyaku membuka pembicaran.

“Ia. warung ini sudah dijadikan tempt rutin ngumpul kami.” Jawab Pak SEKDES. Kemudian menyuruput kopinya.

“Oo. Ya ya.” Ucapanku adalah suara terahir di perbincangan itu. kemudian Semua orang biawa yang terteduh warung membisu seribu bahasa.

“Oh ia pak, saya tertarik dengan asal muasal dusun-dusun yang ada di Bai pajung pak. bagaimana, bolehkah bila kami mendengar ceritanya?” ucapku membuka pembicaraan kembali. semua orang yang berada di warung tertawa lepas. entah apa yang ditertawakan. Aku juga kurang faham, yang jelas bapak penjual warung juga ikut tertawa.

“Bagaiamana pak boleh tah jika saya tau ceritanya?” sambil tersenyum aku mencoba menanyakan kemabali.

“Ya ya ya.” Pak kepala Desa bersuara sambil mengangguk-nganggukkan kepala. Aku terdiam, akan tetapi sambil memerhatikan. Semua orang sama-sama memerhatikan bapak kepala Desa.

“Konon dahulu, di Desa Baipajung Bagian utara atau bisa disebut perbatasan atara Baipajung dengan Tanah merah bagian selatan. Ada sebuah dialog antara orang sengau dengan orang Tanah Merah Bagian selatan. Orang sengau itu asli penduduk Desa Baipajung.
Dialognyanya seperti ini



“Assalamualaikum.” Salam tamu dilempar ketika sampai di tempat orang sengau itu duduk.
“waalaikum salam. Ada yang bisa saya bantu?” jawab  orang sengau itu sambil mengajukan mencari tau maksud sapaan orang tanah mereh bagian selatan itu.
“Begini pak, kalau boleh tau, daerah ini namanya dusun apa ya pak?” tanya orang tanah merah bagian selatan itu.
“O, ya ya. Tempat ini namanya Rã’ Bãrã’.” Jawab orang sengau itu dengan ke sengauannya. Orang tanah merah itu bingung dengan kalimat si sengau tadi. sebab orang tanah merah mendengarnya bahwa tempat itu bernama Ru’ Buru’ bukan Rã’ Bãrã’.


       Dari cerita di ambillah nama dusun di desa BaiPajung bagian perbatasa antara tanah merah dengan Baipajung dengan  dengan nama dusun Ru’ Buru’. Hahahaha” setelah bercerita bapak kepala Desa tertawa lepas. begitu pula dengan orang-orang lainnya, juga tertawa lepas. secara tidak sengaja aku juga mengkuti tertawa lepas. begitu pula dengan temanku, mengikuti tertwa lepas.
“hmmm, ya ya ya pak. kalau yang Baidãjã?” sambil tertawa lepas aku bertanya pada bapak Klebun.

“kalau Baidãjã dan Bãilao’ itu di ambil dari tempat sambil robohnya pohon Baipajung itu. Baidãjã ternamakan karena terletak di utaranya pohon, sedangkan Bãilao’ terletak di selatannya pohon yang roboh itu le’.” Ucapnya masih tetap tertawa. akan tetapi tertawanya agak menurun. Kemudian dia melihat jam Tangannya. Sekitas 4 Menit kemudian dia berpamit pulang. Akann tetapi menuju kasir terlebih duhulu. Di warung itu tinggal aku dengan warga yang masih berbincang tentang Kolat. Nampaknya pagi akan segera dijemput oleh Matahari. Aku harus kembali ke Beskem, yakni kembali ke rumahnya pak SEKDES. Aku menuju ke kasir untuk membayar pesanan kami. Aku kaget, sebab bapak kepala desa sudah membayari 2 kopi yang kami pesan. aku menarik nafas sambil berjalan. Kemudian menuju warga untuk bersalaman untuk pulang.
 Sekian.

Baipajung



AG/KKN 60/Baipajung/2018.

Desa Baipajung terletak di Kecamatan Tanah Merah. Kabupaten Bangkalan. Adapun sejarah Asal muasal nama Baipajung adalah: Konon dahulu di Baipajung terdapat pohon besar yang roboh. Anehnya warga sekitar pohon yang jatuh itu tidak ada yang tau kalau pohon besar itu jatuh. Yang tau malah warga yanng jauh. Baru kemudian setelah tau, Warga sekitar itumelihat  di akarnya terdapat terdapat Bei’ (Biji) yang berbentuk payung. Dari situlah warga sekitar mengambil nama Desa Baipajung. Warga masyarakat memaknai pohon besar yang berdaun lebat menyerupai payung tersebut bisa menaungi mahluk hidup yang berada dibawah pohon tersebut. Begitupula harapan warga desa Baipajung yaitu menaungi seluruh lapisan masyarakat Desa Baipajung yang sekarang terdapat 6 (enam) dusun.

Desa Baipajung adalah desa yang sangat luas sehingga terbagi menjadi 6 (enam) dusun yaitu Dusun Rukburuk, Dusun Baidejeh, Dusun Bailaok, Dusun Majungan, Dusun Buwa’an, Dusun Binteng Dari ke-6 (enam) dusun tersebut ada salah satu dusun yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan yaitu  Dusun Majungan, di desa tersebut dijadikan sebagai pusat perkumpulan atau musyawarah karna di desa tersebut pula tempat kediaman para tokoh masyarakat desa Baipajung, baik dari tokoh social, tokoh budaya, dan juga tokoh agama. Pusat pemerintahan desa Baipajung yang dahulu berada di Dusun Majungan yang bersistem kerajaan. Mulai dari tahun 1968 pusat pemerintahan Desa Baipajung berpindah yang asalnya dari dusun Majungan ke dusun Bailaok hingga saat ini, yang dipimpin oleh Bapak As’ad Abd Nasution selaku Kepala Desa Baipajung.

Desa Baipajung merupakan desa yang berada di Kabupaten Bangkalan dengan luas wilayah 4.01 Km­­2, jumlah kampong/dusun 6, jumlah rukun warga (RW) 6 dan rukun tetangga (RT) 26. Jumlah penduduk  ±7.185 jiwa untuk tahun 2014 dengan jumlah KK 1.545. Desa Baipajung merupakan desa dengan nilai pontensi yang cukup bagus dan perlu dikembangkan baik dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun sektor pengolahan dalam industri rumah tangga.

Dalam sektor pertanian Desa Baipajung memiliki banyak potensi antara lain potensi dalam bentuk tanaman jagung,padi,tebu dan dalam sektor perikanan di desa baipajung memiliki potensi budidaya ikan lele, dan dalam industri rumah tangga di desa baipajung memiliki usaha dalam pembautan mukenah.


Tuesday, January 16, 2018

Memburu Kolat



Kolate Kolet Jenur
Koleta Terro Binia
Jhu Bara Jhu temor

       Begitulah lagu yag di kumandangkan para pemuda di Desa baipajung di saat mencari kolat. Persaudaraan mereka terjalin dengan sangat erat sekali. Dan manusia di Indonesia wajib tau akan persaudaraan yang tak lapuk lantaran terkena panas dan tak akan berkarat meski siram hujan. Aku yakin kalau kalian berada di tempat ini sekarang kalian akan kaget bukan kepalang. Persolannya memang sangat kecil, yakni Nyare Kolat.  Akan tetapi, efek dari nyare kolat itulah yang sangat besar. Yakni menjadi BOM untuk melangsungkan komunikasi baik antara satu ddengan yang lain. Kalian tau apa itu kolat? Kolat adalah Jamur. Yang tumbuh di tanah, baik di sawah maupun di tanah yang lainnya. Ada dua jenis Kolat yang aku ketahui. Pertama Kolat yang tumbuh di tanah. Kedua Kolat yang tumbuh di akar-akar pohon.

      Kolat yang hidup di tanah dan di sawah ini adalah kolat yang tidak beracun. Kalian bisa mencabutnya kalau menemukan jenis kolat ini. Kemudian basuh dengan bersih. Lalu masaklah sambil tersenyum dan membayangkan bagaimana rasa nantinya setelah kolat ini matang. Untuk resep kolat yang membuat rasa nikmat dalam lindah kalian ini,  sudah tersegel rapi. Alias sudah menjadi rahasia penduduk Desa Bipajung.

       Kalian tau siapa saja yang menjadi tokoh pemburu kolat? Baiklah karena kalian tidak tau, aku akan menjelaskannya. Para pemburu kolat ini bisa dikatakan dari anak kecil hingga para orang tua. Perempuan atau lelaki juga tidak membedakan dalam pemburuan kolat. Aneh bukan? Aku saja merasa aneh. Sebab gara-gara kolat warga bisa akur dan bisa menjalankan komunikasi baik.

      Kalau kalian bertanya apakah Permainan ML sudah masuk ke Desa Baipajung ini? Maka jawaban atas pertanyaan itu adalah IA. Permainan ML sudah masuk ke Desa Baipajung. Tapi Permainan ML itu tidak bisa menghancurkan Pemburuan kolat. Kalau kalian tidak percaya, aku akan menunggu kalian untuk melihat serta menghayati langsug di desa ini.

        Pemburuan Kolat ini bisa kapan saja. Bisa pagi hari, siang hari, sore hari, atau Malam hari. Tapi para pemuda serta para orang tua di Baipajung ini sudah terbiasa memburu kolat di malam hari.

“Bang, ayo berangkat nyari kolat.” Ucap bang sulton padaku.
“Ok bang. Ayo, aku sudah tidak sabar lagi untuk itu.” balasku sambil bangun dari dudukku. Ok gaes kita cukupkan sampai di sini perjumpaan kita. Jam 10 malem seperti sekarang ini adalah waktuku dengan para pemuda Baipajung untuk memburu kolat. Ok gaes, bay bay.

AG/KKN 60/Baipajung.

Sunday, January 14, 2018

Persenjataan Sebelum Melaksanakan Program KKN





    Siang hari tepatnya disekitar pukul 13.00, kami sampai dengan selamat di tempat kkn kami. Yakni Desa Baipajung. Di tempat yang biasanya disebut Kuliah Kerja Nyata ini ada hal yang di rasa sangat baru dalam diri kami. Yaitu, bingung, resah, tidak kerasan.

     Kalau kalian pernah merasakan seperti yang kami rasa, maka kalian akan mengucapkan hal yang sama dengan yang kami ucapkan sekarang. Kami tidak!. Akan tetapi, kami bermaksud ingin menyampaikan hal baik, yakni kekurangan serta kelebihan yang di rasa sekarang agar diantara para pembaca yang budiaman dapat mengambil hikmah daripada tulisan kami. 

   Kelompok kami ada 15 orang. Sebenarnya tidak ada yang waw dari kami, mungkin atas kekurangan yang saling diditutupi itulah yang akan bisa dikatakan sanga luar biasa. Tidak usah kami perkenalkan satu persatu dari kami. Cukup kiranya kau memahami mereka kami dari rentetan-rentetan tulisan ini. 

   Kembali lagi ke alur dari pada kisah KKN ini. Kuliah kerja nyata, yakni kami dituntut untuk melaksanakan tugas program kerja yang lolos dari peresentasi. Panitia menuntut kami agar bisa melaksanakan tugas. Hanya saja panitia kurang begitu mengerti tentang kami. Ia, panitia masih belum memahami situasi dan kondisi kami. 

     Ok Gaes, lanjut ke program-program ke KKN Kelompok 60. Beberapa orang pernah mengatakan bahwa menjalankan proker itu adalah hal yang paling sulit! Dari merangkul anggota yang tidak ingin ikut andil, sampai ke menjalankannya. Bagi kami yang paling sulit adalah bagaimana satu rasa dengan masyarakat. Kita tidak akan bisa melaksanakan PROKER dengan baik  dalam di program-program yang berhubungn dengan warga. Apabila komunikasi kita saganta kurang gemistri dengan masyarakat. 

     Ada 5 syarat bila ingin satu rasa dengan masyarakat. Pertama ketahui dulu dunia masyarakatnya. Kedua, setelah tau dunianya, kita harus masuk ke dunia masyrakat yang kita tuju. Ketiga, harus sabar dengan sikap maayarakat yang merendahkan diri kita. Keempat jangan berkarta "bahwa dunia ini sudah ada yang mengatur". Toh, pada dasarnya hidup serta nasip suatu kaum tidak akan dirubah oleh sang pengtur hidup, kecuali kamu itu mau berusaha merubahnya. Yang ke terahir, yakni yang ke lima adalah, cepat jalankan ke empat cara itu. Sebab kalau kalian terlambat sedikitpun dalam 4 cara itu, maka programmu akan hangus. Contoh seperti kami sekarang. Kami berjuang mati-matian untuk satu suara dan satu rasa dengan masyarakat. Banyak kendala yang harus kami ambil hikmahnya. 

     Masyarakat yang tidak pernah menyentuh dunia kegiatan fotmal harus kita mengerti betul, baik dengan sikap maupun pembicaraan. Jangan sekali-kali membuat mereka kecewa dengan satu kesalahan. Sebab seribu kebaikan itu akan tertimbun oleh satu kesalahan. 

      Hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan pada masyarakat adalah penampilan. Penampilan kita adalah bom utama agar bisa diterima di mata masyarakat. Kenapa demikian? Karena masyarakat akan melihat dari dhahir kita. Yakni dari mata dhairmya masyarakatlah kalipertama yang akan berkenalan dengan penampilan kita. Kemudian sikap kita atau prilaku kita akan menjadi penentu diterima atau tidaknya  kita oleh masyarakat. Sedang yang tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat adalah kepintaran. Kenapa demikian? Karena kepintaran itu seringkali yang membodohi masyarakat. Maka dari itu kepintaran tidak terlalu dibutuhlan oleh masyarakat. Akan tetapi kalau kau mampu mengarahkan kepintaramu ke hal-hal baik. Maka kepintaran akan juga dikatakan ikut dalam andil penting.

       Adapun 5 Syarat serta beberapa hal peting itu sudah kami lampaui dengan baik. Jadi jangan salah program-program yang kami lakukan akan baik pula pastinya. Adapun program kami (Kelompok 60) adalah:
a) Pembuatan krupuk lele dan sempol.
b) Pembuatan lampu tidur dari bambu.
c) Membantu pemasaran hasil bordir.

Ketiga proker di atas merupakan proker-proker fokus kami. Adapun kegiatan sampingan kami adalah mengajar ke SD-SD yang ada Baipajung. Kemudian membuka Les stiap malam untuk anak-anak di desa Baipajung. 
(AG/KKN60/Baipajung)

Tuesday, August 9, 2016

KKN UTM Menerapkan Pembelajaran Audio Visual di SD Baipajung 01

SD Baipajung 01 adalah sebuah SD yang ada di Desa Baipajung, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan. . Pembelajaran audio visual adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan audio sebagai media nya. media perantara nya menggunakan laptop dan lcd proyektor untuk menampilkan sebuah gambar. Tim KKN UTM juga mengajari anak-anak melalui media pembelajaran melalui video yang bergerak . contoh nya video sistem pernafasan manusia dan sistem kerangka pada manusia. kegiatan Pembelajaran audio visual ini dilaksanakan pada hari selasa, kamis dan sabtu pada siswa SD Baipajung 01 Kecamatan Tanah Merah Bangkalan


 Dokumentasi 
Kegiatan Pembelajaran Audio Visual 
 Dokumentasi 
Kegiatan Pembelajaran Audio Visual 

Pembekalan Kerajinan Anak-Anak Oleh KKN UTM

Pembekalan Kerajinan tangan untuk anak-anak diadakan di desa baipajung kecamatan tanah merah kabupaten bangkalan, anak-anak sangat antusias untuk membuat sebuah kerajinan tangan antara lain membuat aneka ragam bentuk dengan malam, membuat tempat tisu dan yang lainnya. tujuan nya mahasiswa kkn untuk membuat kerajinan tangan oleh anak-anak antara lain supaya anak - anak dapat melatih kretivitas dan inovasi dan melatih ketrampilan.


Dokumentasi 
Pembuatan Kerajinan Tangan 


Dokumentasi 
Pembuatan Kerajinan Tangan Tempat Tisu 

SRUKTUR KEPENGURUAN DESA BAIPAJUNG TAHUN 2016

Desa Baipajung merupakan desa yang termasuk kedalam administratif kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. adapun struktur kepengurusan desa baipajung tahun 2016 .
1. Kepala Desa : As'ad Abdul Haris Nasution
2. Sekretaris Desa : Abd. Kowi
3. Kaur Administrasi : Sa'dullah
4. Kaur Keuangan  : Sahril Sidik
5. Kaur Umum : Hasan Baskoro
6. Kasi Pemerintahan : Moh. Ismail
7. Kasi Pembangunan : Moh. Husain Marzuki
8. Kasi Kesehjateraan : Muhammad Kosim
9. Kepala Dusun Majungan :  Abdul Haris
10.Kepala Dusun Baihlaok : Talha
11. Kepala Dusun Buwa'am : Moch. Fadli
12. Kepala Dusun Binteng : Haris
13.  Kepala Dusun Baidajah Rosi
14. Kepala Dusun Ruk Buruk  : Muhammad Bakri