Sunday, July 24, 2016

POTENSI DESA HOME INDUSTRY MUKENAH BORDIR

Mukenah adalah salah satu pakaian sholat yang difungsikan untuk menutupi seluruh  aurat wanita muslimah ketika melaksanakan ibadah solat. Industri mukenah merupakan industry  yang tidak ada habisnya karena mukenah merupakan kebutuhan setiap wanita muslimah asalkan industry itu mampu menciptakan inovasi-inovasi baru desaign dan model mukenah, dengan catatan tetap memenuhi syarat-syarat syar’i.
Di kota Bangkalan bagian Timur terdapat industry rumahan yang memproduksi mukenah border lebih tepatnya di Desa Baipajung Kecamatan Tanah. Industry mukenah border ini ada di Desa Baipajung sejak tahun 2001 dan kemudian dilanjutkan oleh para ibu rumah tangga hingga saat ini. Kegiatan industri rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Baipajung yaitu dengan membuat produksi mukenah lebih tepatnya berada di dusun Majungan. Pembuatan prduksi mukenahdimulai sekitar 15 tahun yang lalu.Industri ini merupakan industri turun temurun dalam keluarga,dimana pendiri awalnya adalah Ibu Juhairiyah dan kemudian diturunkan ke anaknya yang bernama Mulyana, sehingga nama produksi di beri mukenah ini diberi nama “999 Mulyana”.

Gambar 1.1
Ibu Juhairiyah Pemilik Usah Home Industri
Mukenah Bordir
Proses pembuatan mukenah border di Desa Baipajung ini masih dengan peralatan  jahit yang sederhana antara lain; gunting, mesin jahit, dan mesin border. Proses pembuatan mukenah dimulai dari pemilihan kain yang tidak transparan dan mampu menutupi aurat wanita muslimah sesuai syariat, setelah pemilihan kain dilakukan pemotongan kain sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan mulai dari ukuran anak-anak hingga mukenah ukuran dewasa

Produksi mukenah di dusun Majungan ini dilakukan secara manual oleh sekitar 15 orang karyawan dan pengerjaannya berada di rumah ibu Juhairiyah dan bahkan bisa di kerjakan dirumah karyawannya masing masing dengan di bantu alat-alat produksi yang di sediakan oleh ibu juhairiyah. Pengerjaan mukenah ini dilakukan setiap hari, satu mukenah bordiran yang cantik dan bagus bisa para karyawan bisa melakukan dalam satu sampai dua hari tergantung desain dan kesulitan dalam membordirnya. Dalam pemasarannya ibu Juhairiyah masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menjual ke beberapa pasar. Banyak hambatan yang dialami dalam industri mukenah ini, mulai dari kurangnya karyawan,kurangnya mesin dalam produksi dan minimnya gaji karyawan, serta metode pemasaran yang hanya dipasok ke pasar-pasar saja. 

0 comments:

Post a Comment