Tuesday, January 16, 2018

Memburu Kolat



Kolate Kolet Jenur
Koleta Terro Binia
Jhu Bara Jhu temor

       Begitulah lagu yag di kumandangkan para pemuda di Desa baipajung di saat mencari kolat. Persaudaraan mereka terjalin dengan sangat erat sekali. Dan manusia di Indonesia wajib tau akan persaudaraan yang tak lapuk lantaran terkena panas dan tak akan berkarat meski siram hujan. Aku yakin kalau kalian berada di tempat ini sekarang kalian akan kaget bukan kepalang. Persolannya memang sangat kecil, yakni Nyare Kolat.  Akan tetapi, efek dari nyare kolat itulah yang sangat besar. Yakni menjadi BOM untuk melangsungkan komunikasi baik antara satu ddengan yang lain. Kalian tau apa itu kolat? Kolat adalah Jamur. Yang tumbuh di tanah, baik di sawah maupun di tanah yang lainnya. Ada dua jenis Kolat yang aku ketahui. Pertama Kolat yang tumbuh di tanah. Kedua Kolat yang tumbuh di akar-akar pohon.

      Kolat yang hidup di tanah dan di sawah ini adalah kolat yang tidak beracun. Kalian bisa mencabutnya kalau menemukan jenis kolat ini. Kemudian basuh dengan bersih. Lalu masaklah sambil tersenyum dan membayangkan bagaimana rasa nantinya setelah kolat ini matang. Untuk resep kolat yang membuat rasa nikmat dalam lindah kalian ini,  sudah tersegel rapi. Alias sudah menjadi rahasia penduduk Desa Bipajung.

       Kalian tau siapa saja yang menjadi tokoh pemburu kolat? Baiklah karena kalian tidak tau, aku akan menjelaskannya. Para pemburu kolat ini bisa dikatakan dari anak kecil hingga para orang tua. Perempuan atau lelaki juga tidak membedakan dalam pemburuan kolat. Aneh bukan? Aku saja merasa aneh. Sebab gara-gara kolat warga bisa akur dan bisa menjalankan komunikasi baik.

      Kalau kalian bertanya apakah Permainan ML sudah masuk ke Desa Baipajung ini? Maka jawaban atas pertanyaan itu adalah IA. Permainan ML sudah masuk ke Desa Baipajung. Tapi Permainan ML itu tidak bisa menghancurkan Pemburuan kolat. Kalau kalian tidak percaya, aku akan menunggu kalian untuk melihat serta menghayati langsug di desa ini.

        Pemburuan Kolat ini bisa kapan saja. Bisa pagi hari, siang hari, sore hari, atau Malam hari. Tapi para pemuda serta para orang tua di Baipajung ini sudah terbiasa memburu kolat di malam hari.

“Bang, ayo berangkat nyari kolat.” Ucap bang sulton padaku.
“Ok bang. Ayo, aku sudah tidak sabar lagi untuk itu.” balasku sambil bangun dari dudukku. Ok gaes kita cukupkan sampai di sini perjumpaan kita. Jam 10 malem seperti sekarang ini adalah waktuku dengan para pemuda Baipajung untuk memburu kolat. Ok gaes, bay bay.

AG/KKN 60/Baipajung.

0 comments:

Post a Comment