Sunday, January 14, 2018

Persenjataan Sebelum Melaksanakan Program KKN





    Siang hari tepatnya disekitar pukul 13.00, kami sampai dengan selamat di tempat kkn kami. Yakni Desa Baipajung. Di tempat yang biasanya disebut Kuliah Kerja Nyata ini ada hal yang di rasa sangat baru dalam diri kami. Yaitu, bingung, resah, tidak kerasan.

     Kalau kalian pernah merasakan seperti yang kami rasa, maka kalian akan mengucapkan hal yang sama dengan yang kami ucapkan sekarang. Kami tidak!. Akan tetapi, kami bermaksud ingin menyampaikan hal baik, yakni kekurangan serta kelebihan yang di rasa sekarang agar diantara para pembaca yang budiaman dapat mengambil hikmah daripada tulisan kami. 

   Kelompok kami ada 15 orang. Sebenarnya tidak ada yang waw dari kami, mungkin atas kekurangan yang saling diditutupi itulah yang akan bisa dikatakan sanga luar biasa. Tidak usah kami perkenalkan satu persatu dari kami. Cukup kiranya kau memahami mereka kami dari rentetan-rentetan tulisan ini. 

   Kembali lagi ke alur dari pada kisah KKN ini. Kuliah kerja nyata, yakni kami dituntut untuk melaksanakan tugas program kerja yang lolos dari peresentasi. Panitia menuntut kami agar bisa melaksanakan tugas. Hanya saja panitia kurang begitu mengerti tentang kami. Ia, panitia masih belum memahami situasi dan kondisi kami. 

     Ok Gaes, lanjut ke program-program ke KKN Kelompok 60. Beberapa orang pernah mengatakan bahwa menjalankan proker itu adalah hal yang paling sulit! Dari merangkul anggota yang tidak ingin ikut andil, sampai ke menjalankannya. Bagi kami yang paling sulit adalah bagaimana satu rasa dengan masyarakat. Kita tidak akan bisa melaksanakan PROKER dengan baik  dalam di program-program yang berhubungn dengan warga. Apabila komunikasi kita saganta kurang gemistri dengan masyarakat. 

     Ada 5 syarat bila ingin satu rasa dengan masyarakat. Pertama ketahui dulu dunia masyarakatnya. Kedua, setelah tau dunianya, kita harus masuk ke dunia masyrakat yang kita tuju. Ketiga, harus sabar dengan sikap maayarakat yang merendahkan diri kita. Keempat jangan berkarta "bahwa dunia ini sudah ada yang mengatur". Toh, pada dasarnya hidup serta nasip suatu kaum tidak akan dirubah oleh sang pengtur hidup, kecuali kamu itu mau berusaha merubahnya. Yang ke terahir, yakni yang ke lima adalah, cepat jalankan ke empat cara itu. Sebab kalau kalian terlambat sedikitpun dalam 4 cara itu, maka programmu akan hangus. Contoh seperti kami sekarang. Kami berjuang mati-matian untuk satu suara dan satu rasa dengan masyarakat. Banyak kendala yang harus kami ambil hikmahnya. 

     Masyarakat yang tidak pernah menyentuh dunia kegiatan fotmal harus kita mengerti betul, baik dengan sikap maupun pembicaraan. Jangan sekali-kali membuat mereka kecewa dengan satu kesalahan. Sebab seribu kebaikan itu akan tertimbun oleh satu kesalahan. 

      Hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan pada masyarakat adalah penampilan. Penampilan kita adalah bom utama agar bisa diterima di mata masyarakat. Kenapa demikian? Karena masyarakat akan melihat dari dhahir kita. Yakni dari mata dhairmya masyarakatlah kalipertama yang akan berkenalan dengan penampilan kita. Kemudian sikap kita atau prilaku kita akan menjadi penentu diterima atau tidaknya  kita oleh masyarakat. Sedang yang tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat adalah kepintaran. Kenapa demikian? Karena kepintaran itu seringkali yang membodohi masyarakat. Maka dari itu kepintaran tidak terlalu dibutuhlan oleh masyarakat. Akan tetapi kalau kau mampu mengarahkan kepintaramu ke hal-hal baik. Maka kepintaran akan juga dikatakan ikut dalam andil penting.

       Adapun 5 Syarat serta beberapa hal peting itu sudah kami lampaui dengan baik. Jadi jangan salah program-program yang kami lakukan akan baik pula pastinya. Adapun program kami (Kelompok 60) adalah:
a) Pembuatan krupuk lele dan sempol.
b) Pembuatan lampu tidur dari bambu.
c) Membantu pemasaran hasil bordir.

Ketiga proker di atas merupakan proker-proker fokus kami. Adapun kegiatan sampingan kami adalah mengajar ke SD-SD yang ada Baipajung. Kemudian membuka Les stiap malam untuk anak-anak di desa Baipajung. 
(AG/KKN60/Baipajung)

0 comments:

Post a Comment